Desa Kertayasa Kuningan Raih Juara 1 Perpustakaan Desa Terbaik Jawa Barat 2026, Insan Cita Jadi Inspirasi Literasi Desa
DESA AING | Minggu, 11 Oktober 2026
KUNINGAN, JAWA BARAT — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan. Melalui Perpustakaan Insan Cita, desa tersebut berhasil meraih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan kegiatan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, literasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Prestasi Perpustakaan Insan Cita diberitakan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuningan pada 8 Oktober 2026. Capaian tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji.
Penghargaan tingkat provinsi ini sekaligus memperkuat posisi Desa Kertayasa sebagai salah satu contoh pengembangan perpustakaan desa yang dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya.
Dari Juara Kabupaten hingga Terbaik di Jawa Barat
Perjalanan Perpustakaan Insan Cita menuju prestasi tingkat provinsi melalui proses penilaian secara bertahap.
Pada Mei 2026, perpustakaan tersebut masuk enam besar Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Kuningan. Tim penilai dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan melakukan kunjungan lapangan untuk memeriksa kesesuaian dokumen penilaian dengan kondisi perpustakaan.
Aspek yang diperhatikan meliputi fasilitas perpustakaan, koleksi bahan bacaan, inovasi layanan, kegiatan yang melibatkan masyarakat, serta tingkat kunjungan.
Pada 29 Mei 2026, Pemerintah Desa Kertayasa mengumumkan keberhasilan Perpustakaan Insan Cita meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Kuningan, sekaligus memperoleh kesempatan melanjutkan persaingan ke tingkat provinsi.
Perjalanan tersebut berujung pada prestasi tertinggi dalam Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Perpustakaan Insan Cita Memiliki Perjalanan Panjang
Keberhasilan Perpustakaan Insan Cita bukanlah sesuatu yang dibangun dalam waktu singkat.
Berdasarkan pemberitaan Kuningan News pada Agustus 2022, pengembangan perpustakaan tersebut bermula pada 2014 dari dua rak buku yang ditempatkan di ruangan staf pemerintah desa.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, pengelola berupaya mengembangkan fasilitas dan kegiatan perpustakaan.
Pada 2017, perpustakaan memperoleh dukungan tiga unit komputer melalui program PerpuSeru yang kemudian dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kursus komputer gratis.
Perpustakaan Insan Cita juga pernah meraih Juara 2 Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2021.
Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan proses pengembangan layanan yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya meraih peringkat pertama pada 2026.
Bukan Sekadar Tempat Membaca dan Meminjam Buku
Salah satu hal menarik dari pengembangan Perpustakaan Insan Cita adalah pendekatan perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Dalam pemberitaan mengenai kegiatan perpustakaan pada 2022, Insan Cita diketahui tidak hanya menyediakan layanan membaca dan peminjaman buku, tetapi juga mengembangkan bimbingan belajar, kursus komputer, pelatihan kerajinan, dan kegiatan kewirausahaan.
Program tersebut memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar sekaligus ruang pengembangan keterampilan masyarakat.
Kegiatan yang pernah dikembangkan antara lain pendampingan belajar bagi anak-anak, pelatihan komputer gratis, serta pemanfaatan bahan bacaan untuk mendukung kegiatan pertanian dan keterampilan warga.
Salah satu contoh yang diberitakan adalah pemanfaatan literatur perpustakaan oleh kelompok petani muda untuk mempelajari pembuatan pupuk organik.
Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Informasi mengenai kegiatan tersebut merupakan rekam jejak pengembangan perpustakaan pada tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan dan cakupan masing-masing program pada 2026 masih memerlukan konfirmasi terbaru dari pengelola.
Literasi Desa Menjadi Bagian Penting Pembangunan
Pengembangan perpustakaan desa memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Akses terhadap bahan bacaan, pembelajaran digital, dan pelatihan keterampilan dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi anak-anak, perpustakaan dapat menjadi ruang pendukung kegiatan belajar di luar sekolah.
Bagi pemuda, perpustakaan dapat membuka kesempatan meningkatkan keterampilan dan memperluas wawasan.
Sementara bagi kelompok masyarakat lainnya, kegiatan literasi dapat dikembangkan untuk mendukung kewirausahaan, pertanian, kesehatan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi.
Karena itu, pengembangan perpustakaan desa perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.
Inspirasi bagi Pemerintah Desa di Jawa Barat
Prestasi Desa Kertayasa dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah desa lainnya di Jawa Barat.
Perpustakaan desa tidak harus langsung memiliki bangunan besar atau fasilitas lengkap untuk memulai kegiatan yang bermanfaat.
Langkah awal dapat dilakukan melalui penyediaan ruang baca, pengelolaan koleksi, pelibatan relawan, kerja sama dengan sekolah, serta penyelenggaraan kegiatan belajar sesuai kebutuhan masyarakat.
Pengembangan perpustakaan juga membutuhkan dukungan kelembagaan, pengelola yang aktif, dan kesinambungan program.
Pemerintah desa dapat mempertimbangkan penguatan layanan literasi dalam perencanaan pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat, prioritas kegiatan, dan kemampuan anggaran.
BPD dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyalurkan aspirasi, mendukung pembahasan prioritas pembangunan, dan mengawasi pelaksanaan program sesuai kewenangannya.
Dengan kolaborasi yang baik, perpustakaan desa dapat berkembang menjadi sarana pendidikan dan pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Penutup: Prestasi Literasi dari Desa untuk Jawa Barat
Keberhasilan Perpustakaan Insan Cita Desa Kertayasa meraih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Prestasi tersebut memiliki makna lebih luas karena memperlihatkan pentingnya konsistensi pengembangan layanan literasi di tingkat desa.
Perjalanan dari fasilitas sederhana hingga meraih penghargaan provinsi menjadi inspirasi bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dikerjakan secara berkelanjutan.
Bagi desa-desa lainnya, pengalaman Kertayasa menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi bagian penting dari pembangunan, terutama ketika layanan membaca dikembangkan bersama kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Desa yang maju bukan hanya desa yang membangun fasilitas fisik, tetapi juga desa yang membuka kesempatan bagi warganya untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kualitas kehidupan.
---
Sumber pemberitaan dan referensi:
1. LPPL Kuningan, 8 Oktober 2026 — Kuningan Raih Prestasi Literasi di Tingkat Jawa Barat.
2. Pemerintah Desa Kertayasa, 29 Mei 2026 — Pengumuman Juara 1 Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Kuningan.
3. Pemerintah Desa Kertayasa, 11 Mei 2026 — Kunjungan penilaian enam besar lomba perpustakaan desa.
4. Kuningan News, 8–9 Agustus 2022 — Sejarah dan kegiatan Perpustakaan Insan Cita.
DESA AING — Informasi, Inspirasi, dan Pembangunan Desa.
Komentar
Posting Komentar