Pimpinan ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa Hadiri Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 di Bandung Barat
BANDUNG BARAT, DESA AING – Jajaran pimpinan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Srikandi Jaga Desa menghadiri peluncuran Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2027 sekaligus Kick Off Liga Desa 2026–2027 yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Lapangan Panglejar, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).
Kehadiran tersebut melibatkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABPEDNAS, Ir. Indra Utama, M.Pwk., IPU.; Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABPEDNAS Provinsi Jawa Barat, Firmansyah Lesmana, S.IP.; serta Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes.
Ketiga pimpinan organisasi tersebut turut berpartisipasi dalam kegiatan nasional yang mempertemukan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan desa.
Dalam dokumentasi yang diterima Redaksi DESA AING, ketiganya juga terlihat berfoto bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, di sela rangkaian kegiatan.
Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari catatan kehadiran pimpinan organisasi dan kepala daerah dalam momentum peluncuran Hari Desa Nasional 2027.
Dihadiri Pejabat Pusat, Daerah, dan Pemangku Kepentingan Desa
Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail selaku kepala daerah tuan rumah.
Berdasarkan informasi yang diterima Redaksi DESA AING, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Kepolisian Daerah Jawa Barat, para bupati dan wakil bupati dari sejumlah daerah di Jawa Barat, serta berbagai pemangku kepentingan desa lainnya.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan memperlihatkan luasnya partisipasi dalam rangkaian kegiatan nasional yang berkaitan dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kehadiran ABPEDNAS dalam Agenda Nasional Pembangunan Desa
Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 menjadi momentum bagi berbagai unsur pemerintahan dan organisasi masyarakat desa untuk mengikuti perkembangan kebijakan serta program pembangunan yang digagas pemerintah pusat.
Bagi ABPEDNAS, kegiatan tersebut memiliki relevansi dengan upaya penguatan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, BPD memiliki fungsi membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa.
Ketiga fungsi tersebut menempatkan BPD sebagai salah satu lembaga penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Dengan demikian, perkembangan program nasional yang berkaitan dengan desa menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh BPD dan organisasi yang mewadahinya.
Kehadiran pimpinan ABPEDNAS dalam agenda nasional ini dapat menjadi momentum untuk mengikuti arah pembangunan desa sekaligus memperluas komunikasi kelembagaan.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama Turut Hadir
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. Indra Utama, M.Pwk., IPU., turut menghadiri peluncuran Hari Desa Nasional 2027 di Kabupaten Bandung Barat.
Partisipasi pimpinan nasional ABPEDNAS tersebut memiliki relevansi dengan perhatian organisasi terhadap peningkatan kapasitas anggota BPD dan penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, BPD memerlukan pemahaman mengenai regulasi, mekanisme permusyawaratan, penyaluran aspirasi masyarakat, serta pelaksanaan fungsi pengawasan.
Peningkatan kapasitas kelembagaan menjadi penting agar BPD dapat menjalankan fungsi secara optimal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Momentum Hari Desa Nasional juga dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang partisipatif dan akuntabel.
Ketua DPD ABPEDNAS Jawa Barat Firmansyah Lesmana Hadir di Lokasi Kegiatan
Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Jawa Barat, Firmansyah Lesmana, S.IP., turut menghadiri kegiatan nasional yang berlangsung di Kabupaten Bandung Barat tersebut.
Kehadirannya menjadi bagian dari partisipasi ABPEDNAS Jawa Barat dalam mengikuti agenda pembangunan desa yang diselenggarakan di wilayahnya.
Jawa Barat memiliki karakteristik desa yang beragam, baik dari sisi potensi ekonomi, kondisi geografis, maupun kebutuhan pembangunan masyarakat.
Karena itu, penguatan kelembagaan BPD menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif.
Peningkatan kapasitas anggota BPD, penguatan kualitas musyawarah desa, penyaluran aspirasi masyarakat, serta pengawasan terhadap kinerja kepala desa merupakan sejumlah bidang yang relevan untuk terus dikembangkan.
Partisipasi dalam kegiatan nasional dapat menjadi kesempatan bagi kepengurusan ABPEDNAS tingkat provinsi untuk mengikuti perkembangan kebijakan dan program pembangunan desa.
Ketua Umum Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes Turut Berpartisipasi
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, juga turut menghadiri peluncuran Hari Desa Nasional 2027.
Kehadiran pimpinan Srikandi Jaga Desa memiliki relevansi dengan pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Perempuan desa memiliki peran dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pengembangan ekonomi keluarga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, ketahanan pangan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Keterlibatan perempuan juga diperlukan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat memperoleh perhatian.
Momentum Hari Desa Nasional diharapkan dapat memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pembangunan desa yang inklusif serta memberikan ruang partisipasi bagi seluruh kelompok masyarakat.
Kebersamaan Pimpinan ABPEDNAS dengan Bupati Purwakarta Om Zein
Salah satu dokumentasi yang diterima Redaksi DESA AING memperlihatkan Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama, Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Jawa Barat Firmansyah Lesmana, dan Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes berfoto bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.
Dalam foto tersebut, keempatnya tampak berdiri berdampingan dan berpose dengan mengangkat tangan.
Dokumentasi tersebut memperlihatkan kebersamaan pimpinan organisasi dan kepala daerah di sela rangkaian kegiatan nasional.
Foto bersama tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pertemuan resmi, pembahasan kebijakan, atau kesepakatan kerja sama tertentu. Karena itu, kebersamaan tersebut dicatat sebagai bagian dari dokumentasi kehadiran dalam kegiatan.
Menteri Desa Yandri Susanto Luncurkan Hari Desa Nasional 2027
Peluncuran Peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Desa 2026–2027 dilaksanakan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Rangkaian kegiatan nasional tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan potensi desa, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pemberdayaan generasi muda.
Salah satu program yang diluncurkan adalah Liga Desa 2026–2027, kompetisi sepak bola antardesa yang diharapkan menjadi sarana pengembangan bakat dan penguatan kebersamaan masyarakat.
Selain itu, Kemendes PDT juga mempersiapkan Festival Bangun Desa Bangun Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak Hari Desa Nasional 2027.
Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2027 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dokumentasi Kegiatan Nasional di Bandung Barat
Rangkaian peluncuran Hari Desa Nasional 2027 berlangsung dengan menghadirkan berbagai unsur pemerintah dan tamu undangan.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan suasana panggung utama, kehadiran peserta, serta sesi ketika sejumlah perwakilan memperlihatkan dokumen di hadapan peserta acara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan agenda nasional yang mengangkat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam konteks pemberitaan ini, dokumentasi kegiatan nasional melengkapi informasi mengenai partisipasi pimpinan ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa.
Penguatan BPD Perlu Berjalan Seiring Pembangunan Desa
Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Berdasarkan Undang-Undang Desa, BPD memiliki tiga fungsi utama, yakni membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa.
Ketiga fungsi tersebut menempatkan BPD sebagai lembaga penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pelaksanaan fungsi BPD perlu didukung kapasitas kelembagaan, pemahaman regulasi, komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, serta keterlibatan masyarakat.
Penguatan kelembagaan BPD juga relevan agar berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara partisipatif dan akuntabel.
Dalam konteks tersebut, kehadiran pimpinan ABPEDNAS pada kegiatan nasional menjadi bagian dari partisipasi organisasi dalam mengikuti perkembangan program pembangunan desa.
Penutup
Kehadiran Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. Indra Utama, M.Pwk., IPU., Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Jawa Barat Firmansyah Lesmana, S.IP., serta Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes dalam peluncuran Hari Desa Nasional 2027 di Kabupaten Bandung Barat menjadi bagian dari partisipasi organisasi pada agenda nasional pembangunan desa.
Dokumentasi kebersamaan ketiga pimpinan organisasi bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein turut melengkapi catatan kegiatan tersebut.
Momentum Hari Desa Nasional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat memperkuat perhatian terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan BPD, partisipasi perempuan, dan pengembangan potensi masyarakat desa.
Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan tata kelola pemerintahan yang baik, keterlibatan masyarakat, serta kerja sama berbagai pihak sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing.
Bangun Desa, Bangun Indonesia!
Redaksi DESA AING




Komentar
Posting Komentar